Kamis, 14 Agustus 2014

Kue Semprong/Opak Gambir/Gapit

Hello....jumpa lagi*peluk2 dech sampai gepeng, setelah sekian lama tertimbun oleh lemak sajian lebaran :-D. Sekarang si empunya blog muncul lagi dech, maap lahir batin atas semua salah dan khilaf ya, dan selamat hari raya idul fitri 1435 H. Maaf telat, dari pada tidak sama sekali.

Postingannya pun kali ini juga postingan telat, karena ini adalah jajanan/suguhan waktu lebaran kemaren. Dan pasti sekarang yang tersisa cuman toples-toples kosong dan kotor *yach, penonton kecewa. 

Tapi, sebagai gantinya aku postingin gambarnya aja ya, meskipun gambarnya pun nggak sebagus kalo pakai kamera pocket, karena ini diambil hanya pakai kamera handphone yang kualitas gambarnyapun diragukan bagusnya :-d *maklum hp jadul. 

Kalau mau resepnya bisa dilihat disini, kemaren aku buat satu resep tapi dibagi dua kloter. Bahkan, satu kloter aja mesti pake break time dulu karena yang buat tepar kecapekan, setelah membuat kue kering. Tahun ini aku hanya membuat kue kering kacang, kue semprit, kue semprong ini dan pastel melati. Karena Ibu sudah mewanti-wanti, jangan buat banyak-banyak selain nggak ada yang makan juga karena kerjaan di kantor lagi banyak banget. 




Kalo menurutku, kue semprong yang ini lebih renyah dan kokoh dibanding yang kemaren aku posting. Jadi, resep yang ini lebih recomended dech. 

Untuk cetakannya seperti ini ya, aku belinya online. Karena kemaren sempat nanya-nanya di toko peralatan dan cetakan kue nggak ada yang jual. 




cetakan kue semprong teflon








Senin, 19 Mei 2014

Opak Gambir/Gapit

Sudah niat bingit mau bikin ini kue, beli cetakan via online sudah sejak jaman baheula tapi cuman niat aja ngak action-action, gimana coba?. Pasti alasannya lagi nggak mood, males atau apalah ha ha ha *minta dikeplak :-P. Cetakan ini aku beli online karena sudah nyari-nyari di pasaran ngak nemu juga, yah mungkin rejekinya penjual online. 

Sudah browsing-browsing, nyari resep juga tapi ngak resepnya dibiarin aja mangkrak. Ditumpukin aja dibawah kolong tempat tidur berharap suatu saat bisa muncul opak didalam toples *ngimpi eh nggak ding, kalo beli mungkin iya :-D.

Udah aah, kebanyakan nyerocos, mari kita coba resep dari Femina online ini. Resep ini menurutku resep yang paling simple, no mikser, no ovalet alias zat pengembang makanan atau apalah. Cukup campur dan aduk langsung bisa dicetak. Mari dicoba sebagai salah satu alternatif jajanan lebaran....



OPAK GAMBIR/GAPIT

Bahan :

125 Gram Tepung beras
1 sdm tepung terigu
4 sdm gula pasir
1/2 sdt kayu manis bubuk
200 ml santan kental, dari 1/2 butir kelapa parut
2 butir telur ayam
2 sdm wijen putih --> aku nggak pakai
Minyak goreng untuk mengoles

Cara Membuat :
1. Campur Tepung Beras, Tepung Terigu, gula dan bubuk kayu manis serta santan.
2. Masukkan telur satu persatu sambil diaduk hingga rata. Masukkan wijen, aduk rata.
3. Panaskan cetakan opak, oles dengan minyak. Tuang sedikit adonan, ratakan. Tutup cetakan, masak hingga kedua sisinya matang. Angkat, gulung selagi panas.
4. Sajikan

Tambahan :
1. Bagi yang suka manis, jumlah gula sebaiknya ditambah 1 - 1,5 sdm lagi supaya lebih manis.
2. Bagi yang suka opak dengan tekstur lebih keras, sebaiknya telurnya cukup satu saja, tapi jika menginginkan tekstur opak yang ngeprul/renyah/empuk dua butir sudah cukup. 

Senin, 28 April 2014

Buncis Masak Tomat Ebi

Punya stok buncis dirumah, bingung mau dimasak apa. Akhirnya buka-buka koleksi majalah Saji edisi 268 nemu resep ini. Menu praktis untuk emak-emak yang sok sibuk dan maunya cepet tapi tetap enak dan sehat.

Yuks..mari masak di rumah masing-masing..,



Bahan :

250 gram buncis, dipotong-potong serong
150 gram tahu putih, dipotong kotak, goreng berkulit
1 buah tomat, dipotong-potong
2 cm lengkuas, dimemarkan
2 lembar daun salam
25 gram ebi, diseduh, ditiriskan
1 sdt garam
1/2 sdt gula pasir
3 buah cabai hijau besar, dibakar, dibelah dua --> aku pakai 3 buah cabai merah besar dihaluskan bersama bumbu
1 batang daun bawang, dipotong 1/2 cm
2 sdm minyak untuk menumis

Bumbu Halus :

5 butir bawang merah
3 siung bawang putih
2 butir kemiri, disangrai/goreng
1 batangs erai, diambil putihnya digeprek

Cara Membuat :

1. Panaskan minyak, tumis bumbu halus, lengkuas, daun salam dan ebi sampai harum
2. Masukkan tomat. Aduk sampai layu. Tambahkan buncis dan tahu. Aduk rata.
3. Masukkan garam, gula dan cabai hijau besar. Aduk sampai matang. Tambahkan daun bawang. Aduk rata.


Minggu, 13 April 2014

Apem Selong

Ah....Aku ini sukanya lapar mata kalo pas maen ke toko alat masa, awal niatnya ngumpulin duit untuk supaya bisa beli waffle maker yang teflon eh lha kok malah melipir pindah haluan ke cetakan yang mirip wajan gitu *hiyah emak-emak labil memang.

Hampir satu bulan cetakannya cuman ngendon aja dibawah meja kost, masih males juga untuk memberdayakannya, padahal sudah browsing resep, tepung beras juga sudah ada tinggal eksekusi tapi ya males lagi, males lagi *hiyah. Dan sampai akhirnya, kemaren pagi niatin benar-benar mau ngreyen untuk pakai nih cetakan.

Resepnya aku ambil dari sini, sebelumnya juga pernah mbikin apem selong pakai tabloid Saji dengan penambahan tape, hasilnya lebih lembut dan cenderung basah. Agak beda sama resep yang ini, resep ini kalo masih hangat masih pinggirannya begitu krispi mirip-mirip sama kue lekker yang dijual diabang2 gitu. Tapi kalo masalah kelembutan lebih enak yang pakai tape deh menurutku, eh tapi tergantung selera juga sih :-D. Resep ini meski keesokan harinya juga masih lembut kok dan yang pasti tak perlu keluarin mikser karena tinggal diaduk saja pakai tangan.



Apem Selong

Bahan :
250 gram tepung beras
300 ml santan + 1/2 sdt garam, direbus jangan sampai pecah, dinginkan
150 ml air kelapa
1 sdm ragi instant
200 gram gula pasir, tapi menurutku terlalu manis, kalo nggak suka manis bisa dikurangi
1 butir telur

Cara Membuat :

1. Campur air kelapa + ragi instant sampai larut, sisihkan
2. Campur gula pasir, tepung beras dan telur, lalu tambahkan campuran air kelapa dan ragi instant, aduk sampai tidak bergerindil. Jika perlu bisa disaring.
3. Masukkan rebusan santan yang sudah didinginkan, lalu diamkan sekitar 1 jam ( sampai mengembang )
4. Cetak diatas wajan besi/wajan anti lengket yang sudah dipanaskan 
5. Tuang satu sendok sayur ukuran besar/2 sendok sayur ukuran kecil sambil ditekan dengan sendok sayur untuk menghasilkan renda/pinggiran yang lebar dan tebal sesuai dengan selera. Tutup. Kalau sudah setengah matang beri potongan nangka atau toping sesuai selera, tutup kembali sampai matang.




Note : 
1. Sebelum mulai mencetak, olesi cetakan dengan minyak/margarin dan sedikit telur, ini kalo cetakannya pakai yang non teflon. Kalau pakai cetakan yang anti lengket olesi tipis-tipis dengan margarin.
2. Setel api pada ukuran terkecil, dan beri alas berupa sarangan yang bolong-bolong/bekas dandang pada bagian bawah wajan supaya tidak cepat gosong. Hal ini untuk menghindari bagian pinggir apem selong cepet gosong dan supaya bagian tengahnya matang sempurna
3. Aduk-aduk agak lama setelah adonan selesai fermentasi, supaya apemnya bisa membumbung tinggi dan seratnya tidak terlalu kelihatan *karena kalau kurang diaduk setelah fermentasi, adonan yang dicetak akan keluar seratnya mirip bika/bikang.


Minggu, 23 Maret 2014

Donat Kampung

Ada sisa tepung terigu protein tinggi, ada ragi, ada telur terus ada sisa cokelat yang harus cepet-cepet diberdayakan sebelum masa expirednya tiba. 



Sebelumnya sudah pernah bikin donat ala JCO, terus donat kentang tapi mungkin yang ini lupa tidak terdokumentasi *ah biasalah, pikun. Sempat deg-degan waktu nguleni adonannya, karena adonannya begitu lembek. Akhirnya, aku tambahin lagi tepungnya sampai didapatkan adonan yang kalis saat diulenin. Makanya, kalau mau nyoba nih donat harus hati-hati saat nuang cairannya.

Soal rasa, donat ini lebih empuk dan lembut meskipun sudah besok nginap di hari berikutnya. Alhmdulilah tampilannya sudah lumayan rapi meskipun tidak memakai cetakan dan yang paling penting gendut, tapi sayang agak gosong :-D. Padahal sudah pakai api yang paling kecil. Jadi kayaknya resep ini akan jadi resep andalan dan paling sering dibuat. Resep donat kampung aku lihat di blognya ini, silahkan cek blog dan photonya bagus-bagus. 

Donat barusan matang 

Donat Kampung

Bahan :

500 gram tepung terigu protein tinggi/cakra
100 gram gula pasir
3 sdm susu bubuk
1 bks fermipan --> aku tidak sampai 11 gram karena sudah ke pakai
200-225 ml air es/air dingin biasa
3 butir kuning telur
1 sdt vannili
80 gram margarin

Cara Membuat :
1. Campur bahan kering sampai rata
2. Masukkan kuning telur, uleni (bisa gunakan tangan atau mesin) kemudian air sedikit demi sedikit sampai adonan dapat diuleni hingga rata. Biasanya ukuran air ini sudah cukup tapi air sudah cukup tapi air tidak perlu digunakan semua jika tidak perlu tergantung kekeringan tepungnya.
3. Uleni adonan hingga kalis 18 - 20 menit kalau memakai mesin
4. Istirahatkan adonan 30 menit, kemudian timbang kira-kira 40 gram bola-bola (atau sesuai dengan besar donat yang anda inginkan)
5. Kemudian lubangi tengahnya
6. Letakkan diatas loyang yang sudah ditaburi tepung, biarkan mengembang selama kurang lebih 30 menit.
7. Goreng donat dengan api kecil sambil dibolak-balik hingga matang.
8. Biarkan donat hingga benar-benar dingin sebelum diberi topping.

Donat Kampung dengan toping meisis



Kamis, 20 Maret 2014

Terang Bulan / Martabak Manis

Punya sisa kacang cincang sisa buat toppingnya donat kemaren itu, cari cara untuk menghabiskannya. Cling nemu ide untuk dibuat toping martabak atau terang bulan, maka dimulailah perburuan resep, secara belum pernah juga bikin martabak manis ini. Eh tapi kayaknya sih pernah ya nyoba tapi lupa kemaren dapat resepnya darimana *pikun. Kemaren itu seingatku buatnya martabak manis yang imut, pakai cetakan lumpur. Berhubung cetakan lumpurnya sudah mudik ke kampung di rumah Ponorogo, jadi buatnya pakai teflon aja dengan setting api paling kecil. Daaaan tetap jadi kok ;-), g ada alasan dong buat 

Setelah browsing-browsing dan disesuaikan dengan bahan-bahan yang ada maka dipilihlah resep dari mbak Rina Rinso, eh lha kok barengan juga mbak Hesti Posting juga resep yang sama. Hasil martabaknya tetap empuk hingga sore tapi kemaren diprotes ketebalan kulitnya bukan isinya he he he *biar cepet rampung gitu maksudnya.

Tapi maafkeun photonya jelek, karena motonya sudah sore menjelang malam selepas pulang kerja. Matahari sebagai sumber cahaya yang paling utama sudah beranjak ke peraduannya *jiyah. Padahal buatnya pagi sebelum berangkat ngantor. Tapi sudah ke buru-buru juga sih, makanya nggak sempat difoto, maklumlah sukanya mepet-mepet he he he.



Martabak Bolu Manis / Terang Bulan 

Bahan :

250 gram tepung terigu serbaguna (segitiga biru)
50 gram gula pasir
1/4 sdt baking powder
1/4 sdt garam 
300 cc susu cair --> aku pakai air plus SKM/Susu Kental Manis
3 butir telur
30 gram gula
1/2 sdt fermipan/ragi instan
1/4 sdt baking powder
50 gram mentega dicairkan --> aku pakai margarin

Taburan :
Butter
gula pasir
Susu Kental Manis
Keju Parut
Cokelat Meises

Cara Membuat :
1. Campur jadi satu terigu, gula, baking powder dan garam
2. Masukkan susu sedikit demi sedikit sambil diaduk dengan whisker, setelah tercampur rata masukkan fermipan dan istirahatkan selama 30 menit.
3. Di tempat lain kocok telur dan gula (kocok lepas aja pakai garpu) kemudian masukkan ke dalam adonan yang sudah diistirahatkan selama 30 menit.
4. Terakhir masukkan mentega cair dan baking powder.
5. Panaskan cetakan, ambil 1 sendok sayur cetakan, biarkan sampai adonan mengembang dan berlubang, taburi dengan gula kemudian tutup hingga matang.
6. Angkat martabak dari cetakan dan beri olesan butter, kemudianberi susu kental manis dan keju atau topping lainnya sesuai selera sebagai taburan.

* Baking powder memang ditulis 2 kali ya diresep, bukan salah tulis memang begitu resepnya. Ikuti saja.

Minggu, 09 Maret 2014

Donat Ala JCO

Seperti biasa, sudah ngeprint resep ini sudah long-long time ago, tapi eksekusinya baru kemaren. Sekalian untuk snack pertanda berkurangnya umur. Untuk snacknya sendiri, selain aku buatkan donat ini juga aku buatkan kue pukis dan dan ote-ote. Tapi yang paling diminati sih ote-otenya :-D *kayaknya ada bakat jadi penjual ote-ote :-D.

Donat ini baru sekali ini juga dicoba, takut sih nggak berhasil. Apalagi pernah trauma dulu pernah gagal buat donat *kebiasaan g konsen baca resepnya :-D. Alhamdulilah, berhasil tapi untuk ukurannya masih geje, ada yang gede ada yang tipis kurus *hiyaa. Kemaren aku memakai  cetakan donat, eh tapi lupa nggak motoin cetakannya, kapan-kapan lagi kalo buat donat diusahakan diphoto ya. Ini aja photo seadanya, kemaren ambil photo sambil goreng jadi takut gosong yang penting ada dokumentasilah. 

Untuk topingnya kemaren aku pakai coklat rasa apel dan lemon, coklat yang sudah lama mangkrak dan bingung mau diberdayakan untuk apa, tapi akhirnya aku berdayakan untuk toping donat ini. Ditambah dengan chocochip wafer kalo nggak salah namanya, yang menurut salah satu temenku mirip t*i tikus *hadew, tepok jidat, minta dilempar donat sepuluh.

Berikut resepnya kalo mau coba dirumah, aku ambil dari resepnya mbak Ricke, Rasanya sendiri menurutku lebih alot apalagi kalo sudah besoknya, enaknya masih anget-anget trus pas perut lagi lapar hihihi. Kemaren, pas kasih toping kok coklatnya susah keringnya, ampek sumpek lihatnya. Masih berjejer dikamar yang sempit *huaa pengin cepet-cepet diringkesin aja apalagi takut ada semutnya :-(. 



Donat Ala JCO

Bahan A :
850 gram terigu protein tinggi/Cakra Kembar atau Terigu Komachi jadi lebih mirip sama JCO *kata mbak Ricke, karena aku pakai Cakra Kembar.
11 gram ragi instant
10 gram garam
600 ml air (kalo pakai terigu Cakra airnya dikurangi sebanyak 75-100 ml)

Bahan B :
200 gram terigu protein tinggi (Cakra Kembar) atau terigu Jepang (Komachi)
10 gram garam
60 gram susu bubuk full cream
100 gram telur (tanpa kulit yah)
125 gram mentega putih/mentega/margarin, aku pakai margarin

Cara Membuat :
1. Aduk bahan A sampai rata, istirahatkan selama 90 menit dalam wadah tertutup. Jadikan bahan biang.
2. Campur bahan B sampai rata, kemudian campur dengan bahan A. Uleni sampai kalis dan licin. Lebih kurang 10 menit (beda-beda waktunya tergantung cara menguleni, yang penting sampai kalis). Istirahatkan dalam wadah tertutup selama 15 menit.
3. Gilas tipis adonan setebal kurang lebih 1 cm, diamkan 10 menit. Cetak dengan cetakan bentuk donat, diamkan lagi 10 menit.
4. Goreng daam minyak padat yang telah dipanaskan dengan api kecil saja sampai kuning kecoklatan (balik sekali saja).
5. Angkat, tiriskan dan dinginkan. Beri topping sesuai selera.

Tips dari Mbak Ricke :
a. Adonannya memang lembek, jadi menguleninya lebih sabar yah agar adonan jadi kalis dan mulus.
b. Saat menggilas, taburi alas gilas dengan tepung agak adonan tidak lengket. Begitu juga dengan cetakan donatnya taburi dengan terigu.
c. Donat yang telah dicetak letakkan dalam loyang tipis yang ditaburi terigu atau dialasi kertas roti.
d. Menggoreng donat lebih bagus dengan minyak padat agar hasilnya donatnya tidak menyerap banyak minyak. Jika tidak ada bisa menggunakan minyak goreng biasa yang ditambahkan mentega putih sekitar 1 sendok makan. Goreng dengan api kecil saja dan balik 1 saja.